Family Trip to Singapore

family trip to singaporeSetelah tiga tahun berselang, akhirnya saya bisa kembali mengajak keluarga saya berlibur ke luar negeri. Kali ini tentunya dengan jumlah anggota yang lebih besar lagi, karena sudah ada suami adik saya, si kecil Grace (Lil Gracey) dan si Agung (adik saya paling kecil) yang tiga tahun lalu melewatkan liburan ke Malaysia. Senang bercampur gembira rasanya karena meyatukan waktu mereka itu sangat sulit, apalagi pada detik-detik terakhir, si Agung harus menyusul perginya karena terkendala urusan kantor yang belum beres.

Perjalanan kami berawal dari Chinatown tempat kami menginap untuk dua malam ke depan. Di penginapan favorit saya, yang bersih dan terkenal dengan keramahannya. Hostel ini menginspirasi saya untuk membuat penginapan serupa di Bogor, yang mampu mengamodasi seluruh traveler dari penjuru dunia yang hendak berkunjung ke Kota Hujan. Mudah-mudahan ini bisa terwujud dalam dua tahun ke depan, amin..

family in chinatown singapore

Perjalanan berawal dari Chinatown

Kami beruntung bisa menginap di Chinatown karena soal makanan bukan menjadi kendala. Banyak stand-stand makanan dan restauran di sepanjang gang atau jalan disini, tidak hanya chinesse food tetapi ada juga Indian food bahkan masakan Indonesia. Makan malam pertama di Singapura kami putuskan dengan menyantap menu nasi goreng di salah satu restauran Cina-India. Kenyang makan, kami masih sempat melihat-lihat stand oleh-oleh di sepanjang jalan menuju penginapan, untuk selanjutnya beristirahat mempersiapkan perjalanan panjang esok pagi.

makan malam di Chinatown

Makan malam bersama di salah satu restauran di Chinatown

Esok pagi nya, Agung sudah bergabung dengan kami, setelah menginap semalam di Bandara Changi karena pesawatnya baru tiba tengah malam di Singapura. Perjalanan pagi ini tentunya menuju ikonik monumen nya Singapura, “The Merlion Statue”. Semua yang datang pertama kali kesini wajib hukumnya untuk mengunjungi tempat ini, termasuk kedua orangtua saya. Kami bergerak kesana dengan fasilitas SMRT (MRT nya Singapore) yang bersih, nyaman dan tepat waktu. Kami berpose disana sampai puas, lalu lanjut berjalan menyusuri danau buatan menuju gedung megah diseberangnya, “Marina Bay Sands”, melewati gedung duren “Esplanade”.

ayah dan ibu di merlion

Ayah dan Ibu bergaya di depan Patung Merlion

Tata kota Singapura boleh diacungi jempol, terutama ketertiban dan kebersihannya sungguh luar biasa. Ibu saya pun terkagum-kagum melihatnya. Senang rasanya bisa menunjukkan kepada kedua orangtua saya, salah satu negara tetangga yang sudah lebih dahulu maju. Apalagi perjalanannya bisa bersama-sama dengan seluruh keluarga. Ini perjalanan kedua ibu saya ke luar negeri dan ketiga untuk ayah saya. Mudah-mudahan ada trip lanjutannya di tahun-tahun depan, amin..

pose di depan merlion

Berpose sejenak di depan patung kebanggaan warga Singapura

Setelah Marina Bay Sands dilewati, kami pun beranjak menuju Pulau Sentosa. Menuju stasiun Vivo City lalu menumpang monorail menuju pulau fantasi itu. Kembali di perjalanan kami disuguhi pemandangan menakjubkan buah karya manusia yang mampu menyulap sebuah pulau menjadi one stop entertainment terbesar di Singapura. Walaupun keindahannya masih kalah jauh dibandingkan Bali 🙂 namun patut diacungi jempol bahwa tanpa sumber daya alam yang melimpah, Singapura mampu menjadi kota jasa utama di dunia, dimana pariwisata dan industri lainnya berkembang luar biasa.

gaya di depan universal studio

Bergaya di depan ikon Universal Studio

Puas bermanja-manja mengambil gambar di Sentosa Island kami pun kembali ke peraduan, rencananya malam ini mau menikmati suasana di kota pelabuhan Clarke Quay, namun karena membawa orang sepuh dan anak kecil maka hal itu diurungkan, mengingat keletihan yang mulai mendera. Akhirnya malam itu diputuskan untuk berkeliling Chinatown saja sambil mencari oleh-oleh souvenir untuk dibagikan ke saudara dan tetangga di rumah. Sedikit tips berbelanja di Chinatown adalah berbelanjalah di waktu malam, karena ada perbedaan harga yang cukup lumayan dari waktu siang. Biasanya beberapa kios di waktu malam memberikan harga yang lebih murah untuk beberapa barang dagangannya.

buying souvenir in chinatown

Siap memborong souvenir di Chinatown

Tibalah hari terakhir, kami putuskan untuk bersantai di penginapan hingga pukul sepuluh. Kami rasakan waktu bersama ini yang sungguh luar biasa, kami mengobrol lepas dengan suasana yang berbeda. Terasa ikatan keluarga yang makin erat terutama dibumbui dengan kehadiran bayi mungil yang kerap membuat adegan-adegan lucu yang bikin gerrr suasana. Kecil-kecil sudah keluar negeri mudah-mudahan besar nya kamu kelak akan keliling dunia ya Nak, hehe..

lil gracey in universal studio

Si centil Lil Gracey ngakak di depan Universal Studio

Masih ada dua tempat yang ingin kami kunjungi hari itu, Orchad road dan Little India. Lalu beranjaklah kami segera, karena masih ada waktu sebelum penerbangan pukul lima sore. Di Orchad kami hanya berfoto sebentar, sekedar menunjukkan bahwa inilah pusat bisnis dan niaga nya Singapura. Lalu ke Little India tepatnya ke Mustapha Mall, dimana kita bisa membeli berbagai penganan ala Singapura dengan harga lebih miring. Yang dituju tentunya apalagi kalau bukan cokelat-nya. Selesai belanja, kami kembali ke penginapan untuk langsung capcus ke bandara.

ayah dan ibu di orchad road

Ayah dan Ibu bergaya di salah satu ikon Orchad Road

Walaupun hanya tiga hari dua malam, namun rasanya puas bisa mengajak keluarga besar ke negara Merlion ini. Beda rasanya dengan travel sendiri atau bersama teman-teman. Saya pun segera berharap mudah-mudahan dapat membawa mereka kembali ke tempat-tempat unik dan menarik lainnya, terutama impian saya mengajak kedua orangtua mengunjungi Vatikan. Mudah-mudahan itu bisa segera terwujud, amin.. So see us in our next family trip 🙂

berpose berlatar esplanade

See yaa in our next trip 🙂

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply